Beranda > Selayang Pandang > Mahasiswa UPI Ajak Masyarakat Gunakan Bahasa Sunda

Mahasiswa UPI Ajak Masyarakat Gunakan Bahasa Sunda

Laporan Aris Fadly

Bandung, UPI

Khawatir bahasa ibu akan musnah, mahasiswa Jurusan Bahasa Sunda Universitas Pendidikan Indonesia melakukan aksi “Mieling Poe Basa Indung Internasional” di Lingkungan kampus UPI, Jln.Setiabudhi 229 Kota Bandung, Kamis (17/2/2011). Mereka melakukan aksi long march berkeliling kampus sembari mengajak masyarakat lain ditemuinya untuk gemar menggunakan bahasa Sunda.

Mahasiswa membentangkan spanduk berjalan kaki dimulai dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS), Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), perpustakaan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), dan Fakultas Pendidikan Olah Raga dan Kesehatan (FPOK).

Aktivitas mahasiswa FPBS ini berkaitan dengan tibanya Hari Bahasa Ibu Internasional yang segera tiba, 21 Februari. Hari Bahasa Ibu Internasional dicetuskan oleh UNESCO pada tanggal 17 November 1999 karena keprihatinan adanya tanda bahwa bahasa ibu lambat laun akan hilang.

Hari Bahasa Ibu Internasional berasal dari pengakuan internasional terhadap Hari Gerakan Bahasa yang dirayakan di Bangladesh. Bahasa ibu adalah bahasa pertama yang dipelajari oleh seseorang, dan orangnya disebut penutur asli dari bahasa tersebut. Biasanya seorang anak belajar dasar bahasa pertama mereka dari keluarga mereka.

Kepandaian dalam bahasa asli sangat penting untuk proses belajar berikutnya, karena bahasa ibu dianggap sebagai dasar cara berpikir. Kepandaian yang kurang dari bahasa pertama seringkali membuat proses belajar bahasa lain menjadi sulit. Oleh karena itu, bahasa asli memiliki peran pusat dalam pendidikan.

Bahasa Sunda merupakan salah satu bahasa ibu yang jumlah penuturnya kedua paling banyak di Indonesia. Pada hakikatnya, bahasa ini juga termasuk bahasa yang disinyalir akan mengalami kepunahan bersama bahasa minoritas lainnya.

Menurut Deri sebagai koordinator aksi mereka melakukan long march untuk mengajak seluruh civitas akademika UPI memakai bahasa Sunda dalam bahasa sehari-hari. Diharapkan dengan kegiatan ini, mereka mampu membangun kesadaran di kalangan mahasiswa dan seluruh civitas akademika UPI untuk mulai berbahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari di berbagai lingkungan.

“Tidak hanya di lingkungan UPI, tapi aksi long march ini pun akan dilanjutkan pada tanggal 21 Februari 2011 yang bertepatan dengan Hari Bahasa Ibu Internasional. Untuk melakukan aksinya, kami akan bergabung dengan organisasi bahasa Sunda yang akan dimulai dari Balai Kota, BIP, dan berakhir di Gedung Sate,” ujar Deri.

*

sumber : http://berita.upi.edu/2011/02/17/mahasiswa-upi-ajak-masyarakat-gunakan-bahasa-sunda/

Kategori:Selayang Pandang
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: